SAMPIT –

BORNEONEWS – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerima petugas dan memberikan data yang benar sesuai kondisi sebenarnya. 

“Alhamdulillah, hari ini saya dan keluarga sudah didata langsung oleh petugas Sensus Ekonomi 2026 dari BPS Kotim,” kata Halikinnor, Selasa, 23 Juni 2026. Sensus ekonomi tersebut dilakukan di rumah jabatannya di Jalan Ahmad Yani Sampit. 

Proses pendataan berlangsung dengan sederhana, meliputi sejumlah pertanyaan terkait kondisi keluarga, usaha, pendapatan, pengeluaran, kepemilikan aset, hingga kondisi tempat tinggal.

Menurutnya informasi yang dikumpulkan melalui sensus ini sangat penting guna menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara akurat, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Kotim untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Jika petugas datang ke rumah atau tempat usaha, mohon diterima dengan baik dan luangkan waktu untuk mengikuti wawancara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak ragu memberikan data karena sensus ini tidak untuk tujuan perpajakan maupun kepentingan lainnya selain kebutuhan statistik.

“Sensus Ekonomi ini merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1986. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pendataan ini tidak terkait dengan perpajakan,” tegas Halikinnor.

Ia menambahkan bahwa kerahasiaan data responden dijamin oleh undang-undang. Data yang dipublikasikan nantinya hanya berupa data agregat yang menggambarkan kondisi ekonomi secara umum.

Sementara itu, Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menyatakan bahwa partisipasi kepala daerah sebagai responden menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus.

“Kami sangat membutuhkan dukungan kepala daerah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi ini. Harapannya, Bupati bisa menjadi contoh karena kepala daerah saja bersedia didata,” jelasnya.

Eddy mengharapkan dengan keterlibatan aktif Bupati Kotim sebagai responden, masyarakat dapat lebih menerima dan memberikan respons positif ketika petugas melakukan pendataan.

“Harapan kami, dengan Bupati menjadi contoh, masyarakat bisa menerima petugas kami dengan baik saat melakukan pendataan,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa cakupan Sensus Ekonomi 2026 lebih luas dibandingkan pendataan usaha pada umumnya, mencakup seluruh keluarga, termasuk yang tidak memiliki usaha.

“Dalam Sensus Ekonomi tahun ini cakupannya seluruh keluarga, termasuk yang tidak memiliki usaha. Jadi semua sektor akan kami data,” pungkas Eddy. (DEVIANA//R)