BORNEONEWS, Katingan – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta awak media turut mengusut penggunaan anggaran renovasi sebesar Rp2,5 miliar pada Puskesmas Menteng yang hingga kini disebut belum memiliki genset sebagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul sorotan yang disampaikan Wali Kota Palangka Raya saat peresmian gedung Puskesmas Menteng pada 23 Juni 2026.
Ketiadaan genset dinilai menjadi perhatian karena fasilitas tersebut penting untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan ketika terjadi pemadaman listrik.
Arif menilai dengan nilai anggaran renovasi yang mencapai Rp2,5 miliar, kebutuhan fasilitas pendukung pelayanan dasar semestinya dapat dipenuhi.
Karena itu ia mendorong adanya penelusuran terhadap penggunaan anggaran tersebut agar diketahui secara jelas peruntukannya.
"Silakan media mengusut dan menelusuri penggunaan anggaran renovasi tersebut. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, seharusnya fasilitas pendukung pelayanan dasar, termasuk genset, dapat dipenuhi," ujar Arif, saat dikonfirmasi Selasa 23 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan genset sangat penting bagi operasional puskesmas, terutama untuk mendukung layanan kesehatan yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus. Gangguan listrik tanpa dukungan genset berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Arif menegaskan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik harus menjadi perhatian semua pihak.
Ia berharap setiap pembangunan maupun renovasi fasilitas pelayanan masyarakat dapat dilakukan secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi warga Kota Palangka Raya.
“Tidak hanya awak media, kami selaku DPRD juga akan mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Pihak terkait bahkan masyarakat juga berhak mengetahui dan ikut mengawasi agar anggaran digunakan sesuai peruntukannya,” ujar Arif. (MARINI/R)









