BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi salah satu materi yang diberikan kepada guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Kapuas dalam kegiatan penguatan pemahaman yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas.
Materi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta pada jenjang pendidikan anak usia dini di lingkungan madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Achmad Farichin mengatakan pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan pada hubungan yang lebih dekat antara pendidik dan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para guru untuk menguji kembali pemahaman yang telah dimiliki terkait konsep dan penerapan kurikulum tersebut di satuan pendidikan masing-masing.
“Hari ini bapak ibu sedang memvalidasi pengetahuan awal yang selama ini dipahami. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat pemahaman tersebut agar implementasi di lapangan dapat berjalan lebih baik,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026
Sementara itu, Plt Kasi Pendidikan Madrasah Gusti Bahriansyah menyampaikan penguatan pemahaman mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dilaksanakan selama dua hari, 22–23 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Madrasah Supaat dan Kepala MTsN 2 Kapua, Istanto sebagai narasumber.
Kegiatan diikuti guru RA dari berbagai wilayah di Kabupaten Kapuas. Selain membahas konsep Kurikulum Berbasis Cinta, peserta juga mendapatkan materi terkait penerapannya dalam kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan Raudhatul Athfal. (SABRIANOOR)








