BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya terus meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui Pelatihan Vokasi Nasional Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya itu diikuti 40 peserta dari berbagai bidang kejuruan.
Kepala Disnaker Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Program pelatihan vokasi ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan, sehingga mampu meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri," kata Amandus di Palangka Raya, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya Pemko Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Amandus menyebut, bidang pelatihan yang dibuka meliputi Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan program Operator Komputer Muda.
Selain itu, ada Kejuruan Bisnis dan Manajemen melalui program Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui program Service Sepeda Motor Konvensional.
Pelatihan Vokasi Nasional tersebut berlangsung selama 35 hari kerja, mulai 22 Juni hingga 7 Agustus 2026.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh materi soft skill selama delapan jam pelajaran yang diberikan oleh narasumber dan praktisi sesuai bidangnya.
Materi soft skill itu difokuskan pada pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim.
Selain itu, peserta juga mendapatkan teori dan praktik kejuruan yang disampaikan instruktur UPTD Balai Latihan Kerja atau BLK Kota Palangka Raya.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sesuai standar pelatihan berbasis kompetensi.
"Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai skema sertifikasi pada masing-masing kejuruan," katanya.
Amandus menambahkan, Disnaker Kota Palangka Raya melalui UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pascapelatihan.
Langkah itu dilakukan untuk mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia berharap program ini mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.
"Dengan demikian mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Amandus.









