SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemeliharaan jembatan di Jalan Kapten Mulyono atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Patah mulia memasuki pemasangan pelat besi dan ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari ke depan.

"Untuk Jembatan Sungai Mentawa di Jalan Kapten Mulyono saat ini kami sedang melaksanakan pemasangan pelat besi untuk membagi beban kendaraan yang melintas agar merata. Dengan begitu umur jembatan bisa lebih awet," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Suhardiono, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penggantian lantai jembatan menggunakan kayu ulin sebenarnya telah selesai dilaksanakan. Namun, jembatan masih belum dapat difungsikan karena pekerjaan pemasangan pelat besi masih berlangsung.

"Pemasangan lantai kayu ulin sudah selesai seluruhnya. Namun kami mohon maaf kepada masyarakat karena jembatan masih belum bisa dibuka dan dilalui kendaraan lantaran proses pemasangan pelat besi masih berjalan," ujarnya.

Ia memastikan, setelah seluruh pelat besi terpasang, akses jembatan akan segera dibuka kembali untuk digunakan masyarakat.

"Nanti setelah pemasangan pelat besi selesai, insyaallah jembatan segera kami buka kembali. Perkiraan penyelesaian pekerjaan sekitar 15 hari lagi," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemilik armada angkutan dan sopir truk agar mematuhi batas maksimal tonase saat melintasi Jembatan Kapten Mulyono setelah kembali dibuka.

Menurutnya, kendaraan bertonase berat sebaiknya menggunakan jalur yang memang disiapkan untuk kendaraan besar yakni di Jalan Lingkar Selatan maupun Jalan M Hatta.

"Harapan kami setelah pekerjaan selesai, armada angkutan berat tidak lagi melintasi jembatan tersebut. Untuk kendaraan bermuatan besar, termasuk angkutan CPO, kami minta menggunakan Jalan Lingkar Selatan atau Jalan M Hatta yang memang disiapkan untuk kendaraan berat," tegasnya.

Suhardiono menambahkan, batas maksimal kendaraan yang diperbolehkan melintas di Jembatan Kapten Mulyono adalah 8 ton, termasuk berat kendaraan dan muatan.

"Batas maksimalnya 8 ton. Jadi angka itu sudah termasuk berat kendaraan dan muatannya. Artinya jika berat truk sekitar 4 ton, maka muatan maksimal hanya sekitar 4 ton juga," katanya.

Dalam pekerjaan pemeliharaan kali ini, pemerintah daerah tidak hanya mengganti seluruh lantai kayu ulin, tetapi juga mengganti pelat besi dan memperbaiki sejumlah baut rangka jembatan yang mengalami kerusakan.

"Lantai kayu ulin diganti seluruhnya, pelat besi juga diganti semua. Selain itu kami memperbaiki baut-baut rangka yang ada. Sebagian baut memang ditemukan kendor dan ada juga yang hilang," ungkapnya.

Ia menilai hilangnya sejumlah baut maupun pelat besi tidak semata-mata disebabkan faktor usia atau gesekan kendaraan.

"Kalau hilang karena aus akibat gesekan, saya pastikan tidak. Ada indikasi lain. Bahkan pelat besi jembatan juga sempat hilang lima lembar secara bertahap," bebernya.

Karena itu, Suhardiono mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga aset daerah agar dapat dimanfaatkan lebih lama dan tidak cepat mengalami kerusakan.

"Saya mohon kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini. Karena ini aset daerah yang manfaatnya untuk kepentingan kita bersama," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)