PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI FKIP Universitas Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan melalui evaluasi dan pembaruan kurikulum berbasis Outcome Based Education atau OBE.

Dalam proses evaluasi tersebut, program studi mengundang alumni, mahasiswa, serta pengguna lulusan untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Alifiah Nurachmana, menegaskan bahwa kurikulum harus terus diperbarui agar mampu mengikuti dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

“Evaluasi ini akan dilakukan dengan merevisi kurikulum mengikuti perkembangan zaman. Tentunya ada berbagai hal yang perlu kami benahi agar proses pendidikan semakin baik,” katanya dalam kegiatan evaluasi pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, keterlibatan pengguna lulusan sangat penting untuk mengetahui kompetensi yang dibutuhkan oleh instansi maupun lembaga tempat para alumni bekerja.

“Dengan adanya evaluasi kurikulum ini, kami berharap lulusan PBSI ke depan memiliki peluang kerja yang lebih luas dan kompetensi yang semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan,” ungkap Alifiah.

Melalui langkah tersebut, PBSI FKIP UPR berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di dunia pendidikan, media, industri kreatif, maupun berbagai sektor lainnya. (TESTI PRISCILLA/j)