PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP Universitas Palangka Raya terus melakukan penyempurnaan implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE), salah satunya melalui evaluasi kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP UPR, Dr. Eli Karliani, S.Pd., M.Pd., mengatakan salah satu fokus yang menjadi perhatian saat ini adalah penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan kurikulum baru yang mulai diterapkan pada 2025.

Menurutnya, perubahan tersebut berkaitan dengan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang kini disusun secara lebih terintegrasi dengan kompetensi yang dibutuhkan lulusan di dunia kerja.

“Kalau dulu CPL-nya terpisah, sekarang sudah terintegrasi. Program studi merumuskan beberapa CPL yang terhubung dengan kebutuhan lulusan nantinya,” ujarnya saat membuka Kegiatan Evaluasi Kurikulum OBE di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini evaluasi kurikulum di tingkat fakultas masih terus diperkuat. Karena itu, para dosen juga dibekali pengetahuan mengenai penyusunan CPL yang nantinya akan diturunkan ke dalam mata kuliah dan perangkat pembelajaran.

“Kami belum punya evaluasi di tingkat fakultas sehingga para dosen dibekali dengan pengetahuan bagaimana menyusun CPL yang akan turun ke mata kuliah yang diampu,” katanya.

Selain evaluasi kurikulum, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama Implementation Agreement (IA) antara Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPR dengan Program Studi S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Evaluasi kurikulum turut menghadirkan reviewer eksternal, Prof. Dr. Rusma Noortyani, M.Pd., yang dikenal sebagai profesor perempuan pertama di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia di ULM.

Eli menegaskan bahwa proses penyempurnaan kurikulum dilakukan secara bertahap, dimulai dari review kurikulum, kemudian dilanjutkan dengan pembenahan RPS dan implementasi CPL pada setiap mata kuliah.

“Kita review dulu kurikulumnya, baru nanti membenahi RPS dan CPL,” tegasnya.

Melalui tahapan tersebut, FKIP UPR berharap dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di berbagai bidang profesi. (TESTI PRISCILLA/H)