PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama instansi terkait terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya menekan potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.

Operasi tersebut dilakukan menggunakan Pesawat C208B-EX dengan tujuan memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami karhutla.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalteng selaku Komandan Harian, Ahmad Toyib, mengatakan operasi penaburan bahan semai NaCl masih terus dilaksanakan.

“Untuk menjaga kondisi tingkat kemudahan terbakar agar tidak semakin parah, operasi penaburan bahan semai NaCl terus kami lakukan. Pada beberapa sorti penerbangan sebelumnya, tim telah menyemaikan bahan semai di zona blocking area potensial, seperti di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Katingan, hingga Kotawaringin Timur,” Ahmad Toyib seperti dikutip borneonews pada Rabu, 24 Juni 2026.

Langkah tersebut dilakukan seiring status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Kalimantan Tengah yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026.

Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengendalikan risiko karhutla melalui berbagai langkah mitigasi, termasuk operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah prioritas. (HERMAWAN DP/H)