PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Whistleblowing System (WBS) bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMA, SMK, dan SKH se-Kalimantan Tengah secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sistem pengaduan internal yang terintegrasi dengan 1 Data Pendidikan Kalimantan Tengah PENA Kalteng sebagai sarana resmi penyampaian aspirasi, pengaduan, maupun laporan terkait penyelenggaraan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo melalui Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Apni Ranti, menegaskan pendidikan yang berkualitas harus dibangun di atas fondasi integritas, transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

“Melalui WBS, kami ingin memastikan bahwa suara murid, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah memiliki ruang untuk didengar. Jika terdapat permasalahan terkait layanan pendidikan maupun lingkungan belajar, kini tersedia saluran resmi yang aman dan terpercaya untuk menyampaikan laporan secara bertanggung jawab,” Apni Ranti seperti dikutip borneonews pada Rabu, 24 Juni 2026.

Dijelaskan, WBS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan sistem pengelolaan pengaduan yang lebih terstruktur dan efektif. Dengan dukungan data yang telah terintegrasi melalui PENA Kalteng, setiap laporan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara lebih cepat, tepat, serta bertanggung jawab.

Melalui sosialisasi tersebut, Disdik Kalteng berharap seluruh peserta memahami tujuan, mekanisme, dan tata cara penggunaan WBS sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel. (HERMAWAN DP/H)