BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sebuah toko pakaian di Jalan A Yani, Kuala Kapuas, mengaku menjadi korban dugaan pencurian kabel listrik yang menghubungkan genset ke bangunan toko. Peristiwa itu baru diketahui setelah pemilik toko mengalami kendala saat mencoba menyalakan genset ketika terjadi pemadaman listrik pada Senin lalu.
Pengelola toko, Rahma mengatakan, awalnya dirinya mengira kerusakan terjadi pada genset atau komponen kelistrikan lainnya. Saat listrik padam, genset yang biasa digunakan sebagai sumber daya cadangan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Karena tidak menemukan penyebab kerusakan, pihak toko sempat menghubungi teknisi genset untuk melakukan pemeriksaan. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, teknisi menemukan bahwa kabel penghubung dari genset ke toko ternyata telah terpotong.
“Awalnya kami kira gensetnya yang bermasalah atau saklarnya. Besoknya setelah teknisi PLN datang dan dicek, baru ketemu kalau kabelnya sudah terpotong,” ujar Rahma saat dikonfirmasi Borneonews, Rabu, 24 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan yang diterimanya, dugaan serupa juga ditemukan pada toko lain di kawasan Jalan A Yani. Informasi tersebut muncul setelah teknisi menyampaikan adanya laporan dengan pola kejadian yang hampir sama di lokasi berbeda.
Rahma menyebut kabel yang hilang merupakan kabel arus listrik yang digunakan untuk menyambungkan genset ke toko. Panjang kabel diperkirakan mencapai lebih dari lima meter sehingga kerugian yang ditimbulkan cukup terasa bagi operasional usaha.
Rekaman CCTV yang kemudian diperiksa memperlihatkan dua orang laki-laki berada di depan toko pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 04.33 WIB. Dalam rekaman tersebut, salah seorang terlihat berada di dekat pagar dan diduga melakukan pemotongan kabel menggunakan alat tertentu.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak toko melaporkannya ke kepolisian. Rahma mengatakan anggota Polsek telah mendatangi lokasi dan mengambil rekaman CCTV sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, kasus dugaan pencurian kabel tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Sementara itu, pemilik usaha berharap pelaku dapat segera teridentifikasi mengingat aksi tersebut tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu aktivitas usaha saat terjadi gangguan pasokan listrik. (SABRIANOOR/j)









