KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sejumlah indikator penanganan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) di Kabupaten Kapuas disebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya percepatan eliminasi ketiga penyakit tersebut yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030.

Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Fovere, Kuala Kapuas, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam sambutan tertulis Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (EKP), Septedy, disebutkan bahwa HIV/AIDS, TBC, dan Malaria masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas masyarakat, serta pembangunan daerah.

“Beberapa indikator ATM masih berada di bawah target yang ditetapkan sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Septedy saat membacakan sambutan tertulis Sekda Kapuas.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria pada tahun 2030 sebagai salah satu sasaran prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dalam forum tersebut, upaya pencegahan dan pengendalian ATM dibahas bersama unsur perangkat daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, serta pemerintah desa. Keterlibatan berbagai pihak dinilai diperlukan karena penanganan AIDS, TBC, dan Malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

Koordinator Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Kalimantan Tengah, Yulka Susana, mengatakan forum tersebut menjadi sarana memperkuat dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian ATM di tingkat daerah.

“Melalui pertemuan ini kami memohon dukungan dari lintas sektor, mulai dari OPD non-kesehatan, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Kami berharap dapat menghasilkan suatu kesepakatan bersama untuk melaksanakan kegiatan pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari pada 24–25 Juni 2026 itu diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari perwakilan perusahaan, organisasi masyarakat, serta perangkat daerah non-kesehatan untuk membahas penguatan kemitraan dalam mendukung target eliminasi ATM tahun 2030. (SABRIANOOR/H)