BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran permukiman dan angin puting beliung di Kabupaten Kapuas tercatat menerima bantuan stimulan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas. Bantuan tersebut diberikan kepada korban dari lima lokasi bencana yang terjadi selama April hingga Mei 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan penerima bantuan terdiri atas korban angin puting beliung di Desa Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak dengan 14 KK terdampak. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada korban kebakaran di Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak sebanyak 3 KK, Kelurahan Selat Tengah sebanyak 2 KK, Kelurahan Selat Dalam sebanyak 1 KK, serta Desa Kota Baru, Kecamatan Kapuas Tengah sebanyak 1 KK.
"Seluruh penerima merupakan korban bencana yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi sesuai tingkat kerusakan rumah," ungkap Pangeran kepada Borneonews, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bantuan stimulan disesuaikan dengan kategori kerusakan bangunan. Rumah dengan kategori rusak berat memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta per unit, rumah rusak sedang Rp10 juta per unit, sedangkan rumah rusak ringan memperoleh Rp5 juta per unit. Selain bantuan uang tunai, pemerintah juga menyerahkan paket sembako kepada para penerima.
Menurut Pangeran, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana sekaligus mendukung proses pemulihan pascamusibah. Ia berharap bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga penerima.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas pada Rabu kemarin. Bantuan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, yang mewakili Bupati Kapuas, M. Wiyatno.
Dalam kesempatan itu, Usis menyampaikan pemerintah daerah berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan mendesak serta membantu mempercepat pemulihan kondisi keluarga yang terdampak bencana. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun cuaca ekstrem. (SABRIANOOR/H)









