BORNEONEWS, Sampit - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui penyelenggara zakat dan wakaf menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H. Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan perhatian terhadap anak yatim serta penyandang disabilitas.
"Dimomen ini kami melalui penyelenggara zakat dan wakaf menyalurkan bantuan yang diharapkan bisa meringankan beban sekaligus memberikan kebahagiaan bagi penerima manfaat yaitu para yatim dan penyandang disabilitas," kata Kepala Kantor Kemenag Kotim Nur Widiantoro, Kamis, 25 Juni 2026.
Mengusung tema Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri dengan tagline Menebar Maslahat, Menguatkan Umat, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga zakat dan mitra sosial yang turut mendukung suksesnya program tersebut.
Sebanyak 25 anak yatim dan penyandang disabilitas hadir secara langsung dalam acara dan menerima bantuan secara simbolis. Secara keseluruhan, Kementerian Agama Kotawaringin Timur menyalurkan 344 paket bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada anak yatim serta penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Nur Widiantoro menegaskan bahwa program itu bukan hanya bertujuan memberikan bantuan materi, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi.
“Kami ingin memastikan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas memperoleh perhatian dan ruang yang setara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan pesan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kegiatan itu juga diharapkan meningkatkan rasa percaya diri, semangat, dan optimisme anak-anak yatim serta penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ha ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang mengajarkan pentingnya berbagi, saling membantu, serta membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan dukungan berbagai pihak, program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Kotawaringin Timur diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas serta mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh sehingga keberadaan anak yatim dan penyandang disabilitas semakin diperhatikan, dihargai, dan diberdayakan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (DEVIANA/H)









