KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Tradisi memasak dan membagikan bubur Asyura kembali mewarnai peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Kuala Kapuas, Kamis, 25 Juni 2026. Di berbagai lingkungan permukiman, warga bergotong royong menyiapkan bubur khas tersebut untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.

Salah satu kegiatan berlangsung di lingkungan RT 11 RW 02 Kelurahan Selat Tengah. Warga sejak pagi mulai menyiapkan bahan dan memasak bubur Asyura secara bersama-sama menggunakan 10 kawah besar. Bubur tersebut dijadwalkan mulai dibagikan sekitar pukul 16.00 WIB kepada warga maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Anggrek Blok R dan Jalan Melati.

Ketua RT 11 RW 02 Selat Tengah, Sugiatnoor, mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 2.000 porsi bubur Asyura untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Insyaallah kami menyiapkan 10 kawah dengan target sekitar 2.000 porsi. Pembagian dimulai pukul 16.00 WIB untuk warga dan masyarakat yang melintas di Jalan Anggrek Blok R maupun Jalan Melati," ujar Sugiatnoor kepada Borneonews.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan dilaksanakan secara swadaya melalui partisipasi dan sumbangan warga di lingkungan RT 11 RW 02. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi kunci agar tradisi tahunan tersebut tetap dapat dilaksanakan setiap peringatan 10 Muharram.

Selain menjadi tradisi yang telah lama dijaga, pembagian bubur Asyura juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi sarana berbagi kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang penerimanya.

Tradisi memasak bubur Asyura setiap 10 Muharram masih terus dijumpai di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas. Selain memiliki nilai budaya dan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. (SABRIANOOR/y)