BORNEONEWS, Palangka Raya – GUBERNUR Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyikapi serius persoalan yang terjadi di Kabupaten Katingan, Kalteng dengan berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (9/1/2016).
Penekanan Sugianto diucapkan Jumat (6/1/2016) sore usai melantik ratusan pejabat di Istana Isen Mulang. Sikapnya tersebut sebagai upaya mengambil langkah khusus pasca kasus dugaan asusila yang membelit Bupati Yantengli bersama selingkuhannya. Ia ingin berkordinasi dengan
kementerian yang berkaitan dengan pemerintahan daerah.
Tujuan Sugianto, ia ingin memastikan persoalan aib yang menimpa Bupati tidak mengganggu pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan. “Kita akan surati Mendagri Senin nanti,” ungkap Gubernur mamastikan.
Ia melihat, kasus Yantengli yang terpergok dengan wanita selingkuhannya sebagai aib bagi dirinya, keluarga, dan pemerintahan yang dipimpinnya, sebab ia telah menjadi publik figur. Padahal menjalankan sebagai publik figur tidak gampang. Ia pun mengimbau agar masyarakat tenang dan lebih mengedepankan proses hukum.
“Justru kita harus kasihani, mudah-mudahan yang dapat musibah ini tadi bisa ambil hikmah, mereka ada anak istri loh, ada keluarga, kasihan kan,” tandas dia.
“Untuk jangka pendek, tentu ada, dan tentu gubernur punya cara. Tidak usah ditanya detailnya seperti apa,” tutupnya. (M ROZIQIN/B-8)
Penekanan Sugianto diucapkan Jumat (6/1/2016) sore usai melantik ratusan pejabat di Istana Isen Mulang. Sikapnya tersebut sebagai upaya mengambil langkah khusus pasca kasus dugaan asusila yang membelit Bupati Yantengli bersama selingkuhannya. Ia ingin berkordinasi dengan
kementerian yang berkaitan dengan pemerintahan daerah.
Tujuan Sugianto, ia ingin memastikan persoalan aib yang menimpa Bupati tidak mengganggu pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan. “Kita akan surati Mendagri Senin nanti,” ungkap Gubernur mamastikan.
Ia melihat, kasus Yantengli yang terpergok dengan wanita selingkuhannya sebagai aib bagi dirinya, keluarga, dan pemerintahan yang dipimpinnya, sebab ia telah menjadi publik figur. Padahal menjalankan sebagai publik figur tidak gampang. Ia pun mengimbau agar masyarakat tenang dan lebih mengedepankan proses hukum.
“Justru kita harus kasihani, mudah-mudahan yang dapat musibah ini tadi bisa ambil hikmah, mereka ada anak istri loh, ada keluarga, kasihan kan,” tandas dia.
“Untuk jangka pendek, tentu ada, dan tentu gubernur punya cara. Tidak usah ditanya detailnya seperti apa,” tutupnya. (M ROZIQIN/B-8)








