BORNEONEWS, Palangka Raya – Akademi Kebidanan Betang Asi Raya (Betang ASI) terlibat dalam pendampingan masyarakat RT 02 RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai melalui pelatihan hidroponik dan komposter sebagai bagian dari Program Kampung Keren yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.
Lurah Kereng Bangkirai, Fitriyaturrahman mengatakan Program Kampung Keren merupakan bagian dari upaya mewujudkan Palangka Raya Keren yang diterjemahkan dalam skala lingkungan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kolaboratif ini dengan cara menrangkul semua stakeholder yang bisa terlibat. Salah satunya adalah hari ini dari Betang ASI, dari UPR, dari warga masyarakat. Jadi semuanya bergabung untuk bagaimana kehidupan masyarakat itu mandiri,” kata Fitriyaturrahman di Palangka Raya, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, konsep Kampung Keren di RT 02 RW 01 dibangun melalui pendekatan kolaboratif, ekonomi baru, religius, energi, dan nyaman. Pendampingan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Ia menjelaskan pelatihan hidroponik yang diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga. Selain itu, masyarakat juga diajak mengelola sampah sejak dari rumah melalui pemilahan dan pengolahan sampah organik.
Fitriyaturrahman menambahkan kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi kawasan edukasi yang memperlihatkan bagaimana masyarakat mampu mengelola lingkungan secara mandiri, bernilai ekonomis, dan berkontribusi terhadap pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Ketua Panitia Kegiatan, Idri, menekankan pelatihan hidroponik dan komposter dilaksanakan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung persiapan mengikuti lomba Kampung Keren.
“Ini kami melakukan kegiatan pelatihan hidroponik dan komposter dalam rangka pemberdayaan masyarakat juga untuk mengikuti lomba Kampung Keren, di mana di sini adalah kolaborasi dari masyarakat untuk masyarakat juga dan kami selaku Akademi Kebidanan mendampingi,” ujar Idri.
Ia menjelaskan Betang ASI berupaya membantu masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas melalui sistem hidroponik yang tidak membutuhkan lahan luas sehingga tetap dapat diterapkan di lingkungan permukiman.
Selain itu, pihaknya memperkenalkan galon komposter untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Melalui cara tersebut, sampah organik tidak lagi dibuang tetapi diolah menjadi sesuatu yang berguna.
Idri berharap masyarakat yang didampingi mampu mengembangkan pengelolaan hidroponik secara mandiri serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pemateri pelatihan, Usman, menjelaskan hidroponik menegaskan keunggulan dan kemudahan menggunakan sistem Hidroponik.
Menurutnya, hidroponik memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lebih praktis, tidak memerlukan lahan luas, lebih higienis, dan lebih mudah dikendalikan dibandingkan pertanian konvensional yang menggunakan tanah.
“Hidroponik ini tidak menggunakan tanah, dia mutlak menggunakan air. Jadi kemampuan kerja air yang diberikan nutrisi atau vitamin yang bisa menghidupkan tanaman sampai panen,” kata Usman.
Selain itu melalui pelatihan pembuatan komposter dapat meminimalisir limbah organik rumah tangga. Melalui komposter warga dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk cair maupun pupuk padat yang dapat dimanfaatkan kembali untuk tanaman.
Bahkan, menurutnya, pengolahan sampah organik berpotensi menjadi usaha yang bernilai ekonomi apabila dilakukan dalam skala lebih besar.
Semua ini mendapat apresiasi dari Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai, Sudianoor. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan bersama masyarakat dengan pendampingan dari Betang ASI dan berbagai pihak lainnya.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya dampingan dari tim lomba kampung dari Betang Asi Raya ini yang mengangkat masalah tersebut,” kata Sudianoor.
Ia mengakui kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Karena itu, warga secara gotong royong membuat bak sampah yang nantinya dibagikan kepada keluarga-keluarga agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik.
Menurutnya, pelatihan hidroponik dan komposter memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang cara memanfaatkan sampah organik serta mengembangkan kegiatan yang dapat menunjang ekonomi keluarga.
Sudianoor berharap pendampingan yang dilakukan Betang ASI dapat menjadi motivasi bagi warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan memanfaatkan potensi kawasan wisata Kereng Bangkirai untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. (HERMAWAN DP/R)
Betang ASI Dampingi Warga Kereng Bangkirai Wujudkan Kampung Keren Berbasis Lingkungan dan Ekonomi
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Apresiasi Bantuan Pemprov Kalteng Perkuat Akses Jalan Sepaku-Perigi
Karhutla Kalteng 2026 Tembus 7.007 Kejadian dan 20.247,99 Hektare, Hotspot Oktober Sudah 142.697 Titik
Hotspot Kalteng Turun Hampir Separuh ke 8.048 Titik, Kejadian Karhutla Harian 55 Luas 139,81 Hektare
Agustiar Apresiasi Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Penanganan Karhutla Kalteng
Edy Pratowo Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Wagub Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS untuk 368 KPM di Sematu Jaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







