TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, turun langsung meninjau ruas jalan rusak yang dipenuhi genangan lumpur di RT 08 Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui.

Kunjungan itu dilakukan menyusul keluhan masyarakat yang ramai disampaikan melalui media sosial.

Dalam peninjauan tersebut, Adi Mula didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Barito Timur Hewuyanto, Camat Patangkep Tutui Simon Stevins Oktavianus dan Kepala Desa Bentot Harapanta. Mereka melihat langsung kondisi jalan menuju Desa Betang Nalong yang rusak parah dan tergenang lumpur.

"Hari ini saya didampingi oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim, Camat Patangkep Tutui dan Kepala Desa Bentot. Kedatangan saya untuk menyikapi beberapa laporan dan keluhan masyarakat di media sosial," kata Adi saat diwawancarai di penghujung kunjungan.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan, jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga membentuk genangan lumpur.

Kondisi itu menghambat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah dan warga yang pergi bekerja.

"Setelah saya cek, jalan itu rusak parah dan membentuk genangan lumpur. Anak-anak yang ke sekolah maupun orang tua yang bekerja mengalami kendala saat melintas," ujarnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Adi akan berkoordinasi dengan Bupati Barito Timur untuk memanggil PT Pertamina selaku pemilik jalan. Tujuannya mencari solusi bersama atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

"Kita akan berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk solusi yang saling menguntungkan karena jalan tersebut merupakan milik PT Pertamina," katanya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah daerah mengupayakan pemanfaatan jalan alternatif yang dibuka oleh TNI melalui program TMMD. Jalur itu diharapkan dapat digunakan masyarakat sambil menunggu penanganan ruas jalan yang rusak.

Wakil Bupati juga meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan berkurangnya dana bagi hasil. Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan pemerataan pembangunan.

Adi turut mengajak masyarakat pemilik lahan di pinggir jalan, mendukung pembangunan drainase apabila diperlukan agar genangan air tidak kembali merusak badan jalan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi salah satu kunci menjaga kualitas infrastruktur. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)