BORNEONEWS, Palangka Raya - Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Palangka Raya mendorong kampus untuk terus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki daya saing yang semakin kuat.
Salah seorang alumni PBSI FKIP UPR, Glory Kriswantara, menilai kualitas lulusan selama ini sudah baik. Namun, perubahan tuntutan profesi membuat perguruan tinggi perlu terus melakukan pembaruan kurikulum agar kompetensi lulusan semakin relevan.
"Saat ini lulusan PBSI sudah sangat baik, namun tuntutan di dunia kerja semakin kompleks. Kami berharap kampus kami tercinta juga terus berbenah, semakin maju, dan mengikuti perkembangan zaman," ujar Glory saat menghadiri Evaluasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE), baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, profesi guru Bahasa Indonesia kini tidak lagi hanya dituntut menguasai materi kebahasaan dan sastra. Di lapangan, guru juga kerap diminta mengajarkan bahasa daerah hingga kesenian karena PBSI berada di bawah Jurusan Bahasa dan Seni.
Karena itu, menurutnya, kemampuan tersebut perlu mulai diperkuat sejak mahasiswa masih menjalani perkuliahan agar lebih siap ketika memasuki dunia kerja.
Masukan para alumni tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum PBSI FKIP UPR. Selain alumni, kegiatan evaluasi juga melibatkan pengguna lulusan serta mahasiswa.
Koordinator Program Studi PBSI FKIP UPR, Alifiah Nurachmana, mengatakan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dilakukan agar kurikulum yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Evaluasi ini akan dilakukan untuk merevisi kurikulum mengikuti perkembangan zaman. Pasti ada sesuatu yang harus kami benahi, dengan perbaikan dari berbagai pihak sehingga kami mengundang alumni PBSI, pengguna lulusan, dan mahasiswa PBSI," katanya.
Menurut Alifiah, berbagai masukan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif sekaligus memperluas peluang kerja lulusan PBSI, baik di sektor pendidikan maupun bidang profesi lainnya.
Dalam forum evaluasi itu hadir alumni dengan beragam latar belakang profesi, mulai dari guru, wakil kepala sekolah, pegawai Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah hingga wartawan. Beragam pengalaman mereka di dunia kerja diharapkan menjadi masukan berharga dalam penyempurnaan kurikulum PBSI FKIP UPR. (TESTI PRISCILLA/H)









