BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026.
"Data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat, jumlah investor meningkat dari 74.792 orang pada Januari menjadi 80.666 orang pada April 2026," kata Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan investor yang menonjol. Daerah ini memiliki 14.146 investor atau sekitar 17,5 persen dari total investor di Kalimantan Tengah, sehingga menempati posisi kedua terbanyak setelah Kota Palangka Raya.
Primandanu mengatakan peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman mengenai investasi agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara tepat.
"Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian," ujarnya.
Menurutnya, edukasi pasar modal akan terus diperluas agar peningkatan jumlah investor juga diikuti dengan kualitas investasi yang semakin baik. (TESTI PRISCILLA/H)









