SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kotawaringin Timur, Waren, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya lomba memasak. Kegiatan yang diadakan bukan sekadar kompetisi kuliner, melainkan juga berfungsi sebagai sarana edukasi pelestarian budaya dan upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kedaulatan pangan berbasis potensi lokal.

“Pada kesempatan berbahagia ini saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur atas terselenggaranya kegiatan yang sangat positif ini. Kegiatan ini bukan sekedar perlombaan memasak, melainkan juga menjadi sarana edukasi pelestarian budaya serta upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kedaulatan pangan berbasis potensi lokal,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.

Itu ia sampaikan saat dirinya mewakili Bupati Kotim Halikinnor membuka kegiatan tersebut. Kegiatan lomba memasak kuliner tradisional itu digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pada kesempatan itu ia mengingatkan perhatian Bung Karno, proklamator sekaligus Bapak Bangsa, terhadap kemandirian bangsa khususnya dalam bidang pangan. Salah satu warisan berharga yang ditinggalkan Bung Karno adalah buku Mustika Rasa, kumpulan resep kuliner nusantara yang disusun pada era 1960-an, yang tidak hanya berisi resep masakan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, keragaman pangan, serta semangat berdikari sebagai cita-cita bangsa Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Mustika Rasa dihidupkan kembali dan dipadukan dengan kearifan lokal Kalimantan Tengah melalui sajian Panginan Sukup Simpan, salah satu warisan budaya Dayak,” jelas Waren.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa lomba memasak ini bertujuan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap kuliner nusantara, terutama pangan lokal yang sehat, bergizi, dan sarat dengan nilai budaya tinggi. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Dayak kepada generasi muda agar terus dikenal, dicintai, dan diwariskan secara turun temurun.

“Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya usaha kuliner inovatif yang dapat memperkuat ekonomi kerakyatan serta membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan pangan lokal yang beragam dan bergizi merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Ini sekaligus mendukung upaya mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas serta menjadi bagian bersama dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tutup Waren.

Sementara ketua panitia Lomba Memasak Bulan Bung Karno Tahun 2026 Robiatul Adawiyah mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan bulan Bung Karno yang setiap tahunnya dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghayatan terhadap pemikiran perjuangan dan keteladanan Bung Karno sebagai proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia. 

"Tema yang kita usung pada tahun ini adalah Setialah kepada sumbermu. Tema ini mempunyai pesan tersendiri yaitu mengingatkan kita untuk tetap berpegang pada jati diri bangsa budaya gotong royong serta kekayaan pangan lokal Indonesia," ucapnya.

Melalui lomba masak tersebut masyarakat diajak untuk semakin mencintai dan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai wujud kedaulatan pangan yang sejak dulu diperjuangkan oleh Bung Karno. (DEVIANA/J)