BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan aplikasi Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi (Si-Penyang) diharapkan mampu mempercepat deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi dan memperpendek waktu rujukan.
"Si-Penyang sebagai solusi strategis diharapkan mampu mempercepat deteksi risiko, memperpendek waktu rujukan, meningkatkan ketepatan intervensi medis, menurunkan AKI dan AKB, serta memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan," kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 26 Juni 2026.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan penggunaan aplikasi Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi (Si-Penyang).
Aplikasi yang digagas Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany itu mengambil nama Penyang yang dalam bahasa Dayak memiliki makna kekuatan batin atau semangat hidup. Filosofi tersebut diharapkan menjadi semangat dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Kotim.
Lahirnya aplikasi Si-Penyang berangkat dari masih tingginya risiko kematian ibu dan bayi yang dipengaruhi keterlambatan deteksi dini, sistem rujukan yang belum responsif, serta koordinasi layanan kesehatan yang masih dilakukan secara manual.
"Dari masalah tersebut muncul kebutuhan untuk membangun pendekatan baru yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kuratif, tetapi bergeser ke arah promotif dan preventif melalui sistem digital yang terintegrasi," imbuhnya.
Ia menjelaskan, Si-Penyang menghubungkan alur rujukan, pemantauan pasien, hingga koordinasi antar fasilitas kesehatan secara real-time sehingga tenaga medis dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.
Perkembangan teknologi kesehatan, termasuk kecerdasan buatan, telemedicine, SIMRS, SISRUTE, dan Satusehat, menjadi peluang strategis untuk membangun sistem peringatan dini, mempercepat komunikasi rujukan dan mendukung pengambilan keputusan medis berbasis data.
"Berdasarkan kondisi itu, RSUD dr. Murjani Sampit diposisikan sebagai pusat kendali atau command center KIA yang menghubungkan bidan desa, puskesmas, dan rumah sakit dalam satu ekosistem digital," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









