BORNEONEWS, Sampit – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) Cabang Sampit dalam upaya penguatan literasi digital di bidang keuangan bagi masyarakat setempat.
Kepala Diskominfo Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, menyatakan bahwa masyarakat perlu terus diberikan informasi dan edukasi agar dapat memahami pengelolaan keuangan secara bijak serta terhindar dari tindak kejahatan di bidang keuangan.
“Tujuan edukasi itu supaya masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait keuangan, serta tidak sampai menjadi korban tindak kejahatan bidang keuangan,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Cok Orda sebagai Kepala Diskominfo Kotim dan Taufan Indrayana selaku Pemimpin Bank Kalteng Cabang Sampit. Kerja sama ini didasarkan pada berbagai acuan hukum seperti Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, serta sejumlah regulasi terkait tata cara kerja sama daerah dan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Cok Orda menjelaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat Kotawaringin Timur dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong percepatan transformasi digital di sektor keuangan.
“Objek perjanjian kerja sama ini adalah penyelenggaraan program literasi digital di bidang keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tambahnya.
Berbagai kegiatan akan digelar antara lain pelatihan, sosialisasi, dan bimbingan teknis literasi digital keuangan yang dilaksanakan oleh Bank Kalteng dan dikelola oleh Diskominfo. Edukasi penggunaan layanan perbankan digital, seperti mobile banking, internet banking, QRIS, serta kampanye keamanan siber untuk pencegahan penipuan online dan kejahatan digital juga menjadi fokus utama.
Selain itu, pengembangan konten edukatif digital terkait literasi keuangan yang dapat diakses melalui platform digital resmi pemerintah daerah serta pendampingan digitalisasi transaksi keuangan bagi pelaku UMKM juga menjadi bagian dari program kerja sama.
Cok Orda menyampaikan perlunya peningkatan pengetahuan digital mengingat masih banyaknya aduan masyarakat terkait sistem digital. Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah aduan online tertinggi kedua di Kalimantan Tengah, menurut data Otoritas Jasa Keuangan yang mencatat 482 aduan selama Januari hingga Februari 2026.
“Fenomena ini harus disikapi serius. Melalui kerja sama ini, kami membantu masyarakat agar melek digital dan lebih aman menggunakan ruang digital,” ujarnya.
Ia juga menambahkan rencana intens turun ke sekolah, kampus, dan masyarakat untuk memperkuat literasi digital serta membangun rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas di ruang digital.
“Nanti kita akan turun ke sekolah, kampus, dan masyarakat dalam upaya memperkuat literasi digital sehingga masyarakat kita melek, aman dan nyaman di ruang digital,” tutup Cok Orda. (DEVIANA/j)









