BORNEONEWS, Sampit – Untuk pertama kalinya, RSUD dr Murjani Sampit mampu melaksanakan tindakan catheterization laboratory (cath lab) atau tindakan medis untuk menangani penyakit jantung sehingga masyarakat tak perlu jauh ke luar daerah demi mendapatkan layanan tersebut.
"Untuk pertama kali RSUD dr Murjani Sampit bisa melakukan operasi cath lab terhadap penderita penyakit jantung. Apalagi kita khususnya di Kabupaten Kotim ini penderita penyakit jantung itu cukup tinggi," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Direktur RSUD dr Murjani Sampit, saat ini terdapat lebih dari 8.000 penderita penyakit jantung di Kotim. Dari jumlah tersebut, sekitar 56 persen membutuhkan tindakan medis seperti pemasangan ring jantung maupun prosedur lainnya.
Menurut Halikinnor, jika mengacu pada data tersebut, setiap hari diperkirakan terdapat 13 hingga 15 pasien yang membutuhkan tindakan cath lab akibat penyumbatan pembuluh darah jantung.
"Selama ini pasien harus dirujuk ke luar daerah. Sekarang masyarakat Kotim sudah bisa mendapatkan penanganan di RSUD dr Murjani Sampit," ujarnya.
Bersamaan dengan dimulainya layanan cath lab, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Provinsi Kalimantan Tengah yang melibatkan rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota.
Melalui kerja sama tersebut, RSUD dr Murjani Sampit diproyeksikan menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan penyakit jantung di Kalimantan Tengah.
Halikinnor menjelaskan, hingga saat ini baru ada dua rumah sakit di Kalimantan Tengah yang mampu memberikan layanan cath lab, yakni RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dan RSUD dr Murjani Sampit.
"Di Kalimantan Tengah, yang bisa melakukan tindakan cath lab baru RSUD Doris Sylvanus dan sekarang RSUD dr Murjani Sampit. Sementara rumah sakit di 12 kabupaten lainnya belum memiliki layanan ini," tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, pasien dari daerah lain juga berpeluang dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit apabila membutuhkan tindakan medis jantung.
"Makanya ada kerja sama, seandainya mungkin ada penderita dari kabupaten lain yang juga bisa kita bantu di sini. Tetapi yang lebih utama penderita dari Kotim yang cukup banyak," katanya.
Adapun dalam layanan tersebut, RSUD dr Murjani Sampit mendapat pendampingan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu nasional. Sementara untuk tingkat regional, pengampunya ialah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD dr Murjani yang telah berhasil memenuhi berbagai persyaratan hingga layanan tersebut dapat beroperasi.
"Sekali lagi kita syukuri ini. Untuk itu masyarakat kita tidak perlu lagi keluar kota jauh-jauh, misal ke Palangkaraya atau ke Banjarmasin atau ke Pulau Jawa. Di Sampit pun sudah bisa dilakukan penanganan terhadap penyakit jantung," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









