SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 4.756 dari total 8.375 pasien jantung yang menjalani pengobatan di RSUD dr Murjani Sampit sepanjang 2025 memerlukan tindakan catheterization laboratory (cath lab). Angka tersebut setara dengan 56 persen dari seluruh pasien yang berobat di poli jantung.

"Tahun 2025 pasien rawat jalan di poli jantung kita itu 8.375 orang, dan 4.756 orang atau 56 persen memerlukan tindakan cath lab. Jadi 4.756 itu adalah pasien-pasien dengan penyakit jantung koroner dan angina pektoris yang membutuhkan tindakan cath lab," kata Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany, Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata terdapat 13 hingga 15 pasien setiap hari di Kotim yang memiliki indikasi menjalani tindakan cath lab.

Yulia menjelaskan, RSUD dr Murjani kini telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus menjalani proses proctorship sebagai bagian dari pengembangan layanan jantung nasional.

Menurutnya, manfaat utama dari proctorship tersebut adalah pengakuan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar nasional dalam penyelenggaraan pelayanan jantung dan pembuluh darah.

"Manfaat proctorship ini adalah RSUD dr Murjani telah dijustifikasi mampu dan layak secara standar nasional melaksanakan layanan jantung dan pembuluh darah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan yang kami berikan sudah sesuai standar mutu nasional," ujarnya.

Selain memberikan kepastian mutu pelayanan, kerja sama tersebut juga menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kotim maupun daerah sekitar.

Dalam pengembangan layanan cath lab, RSUD dr Murjani mendapat pendampingan dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu nasional. Sementara di tingkat regional, pembinaan dilakukan oleh RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Yulia menambahkan, berdasarkan ketentuan Kementerian Kesehatan terdapat 14 rumah sakit di Kalimantan Tengah yang dipersiapkan untuk menyelenggarakan layanan cath lab. Namun hingga saat ini, RSUD dr Murjani menjadi rumah sakit pertama dari kelompok tersebut yang berhasil mengoperasikan layanan tersebut.

"Dari 14 rumah sakit yang diprogramkan, Murjani menjadi yang pertama melaksanakan layanan cath lab. Setelah ini kemungkinan disusul rumah sakit di Muara Teweh," ujarnya.

Ia menjelaskan meski alat cath lab telah dimiliki sejak 2019, pelayanan baru dapat dioperasikan pada 2026 setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Proses tersebut memerlukan waktu cukup panjang karena rumah sakit harus memenuhi berbagai standar, mulai dari infrastruktur, sarana pendukung, sumber daya manusia hingga perizinan.

"Saat ini RSUD dr Murjani memiliki satu dokter spesialis jantung dan satu dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular yang mendukung operasional layanan cath lab," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)