JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul - Organisasi Maritim Internasional (IMO), Kamis (25/6/2026) mengatakan pihaknya menunda rencana evakuasi untuk para pelaut yang terdampak di Selat Hormuz menyusul serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman.

"Saya telah diberitahu tentang serangan hari ini di Teluk Oman. Keselamatan pelaut tetap menjadi prioritas utama," kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez di akun X.

"Untuk memastikan pendekatan terkoordinasi dan keselamatan navigasi, rencana evakuasi IMO akan ditunda hingga ada kejelasan lebih lanjut," tambahnya.

Keputusan itu diambil beberapa jam setelah IMO dan Oman mengumumkan rencana evakuasi bagi lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar di wilayah tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran keamanan maritim.

Sebelumnya pada Kamis (25/6), pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman, menyebabkan kerusakan pada anjungan kapal.

Tidak ada korban jiwa atau kerusakan lingkungan yang dilaporkan. Ditanya tentang serangan yang dilaporkan, seorang pejabat AS mengatakan Washington mengetahui laporan tersebut dan sedang menyelidikinya.

"Presiden Trump telah menegaskan bahwa Iran tidak dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di Selat," kata pejabat itu dengan syarat anonim.

Sumber: Anadolu/ANTARA