PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah terus bertambah, nilai transaksi saham di provinsi tersebut masih mengalami fluktuasi sepanjang 2026.

Data OJK menunjukkan nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp2,05 triliun pada Januari, kemudian menurun menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi dan inklusi pasar modal agar masyarakat tidak sekadar menjadi investor, tetapi juga memahami strategi investasi yang tepat.

"Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO yang sering kali berujung pada kerugian," kata Primandanu pada Jumat, 26 Juni 2026.

Karena itu, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperluas kegiatan edukasi pasar modal guna meningkatkan kualitas investor sekaligus mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih sehat di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/y)