BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemadaman listrik yang melanda Kuala Kapuas dan sekitarnya pada Jumat, 26 Juni 2026 tidak hanya berdampak pada pasokan listrik, tetapi juga memengaruhi pelayanan air bersih. Perumdam Tirta Pambelom menyebut tekanan air kepada pelanggan mengalami penurunan karena sebagian pompa distribusi tidak dapat dioperasikan selama gangguan listrik berlangsung.
Kasubag Umum dan Pelayanan Perumdam Tirta Pambelom, Lutfiah, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena tidak seluruh pompa dapat dijalankan menggunakan genset saat pasokan listrik dari PLN terhenti sementara.
"Sehubungan dengan adanya pemadaman listrik, tidak semua pompa bisa dioperasikan menggunakan genset selama pemberhentian aliran listrik sementara. Sehingga suplai air kepada pelanggan mengalami penurunan tekanan air," ujar Lutfiah dalam pemberitahuan yang disampaikannya.
Penurunan tekanan air berdampak pada pelanggan di Kota Kuala Kapuas, termasuk sebagian wilayah Sei Tatas dan Anjir. Perumdam sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan bahwa gangguan pelayanan diperkirakan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga pasokan listrik kembali normal dan seluruh pompa dapat dioperasikan.
Dampak pemadaman listrik tersebut juga dirasakan warga. Arai, warga Jalan Tjilik Riwut, mengatakan selain listrik padam, aliran air leding dan sinyal telepon seluler di wilayahnya juga sempat terganggu.
"Di Jalan Tjilik Riwut semuanya mati, mulai dari listrik, leding sampai sinyal HP juga ikut terganggu akibat padam listrik," ujar Arai.
Perumdam Tirta Pambelom menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan menyatakan pelayanan akan kembali normal setelah pasokan listrik pulih sehingga seluruh pompa distribusi dapat beroperasi kembali. (SABRIANOOR/j)









