BORNEONEWS, Palangka Raya – Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan risiko komplikasi kesehatan.
Oleh karena itu upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan semata, melainkan memerlukan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai langkah nyata memperkuat pengendalian penyakit ini, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyelenggarakan Pertemuan Gerakan Masyarakat dalam Pengendalian Penyakit Hipertensi yang berlangsung di Hotel Aurila Palangka Raya.
Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta, meliputi pemegang program PTM dari 11 puskesmas, kader kesehatan, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.
"Tingginya angka kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, menuntut adanya kolaborasi yang erat dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya secara berkelanjutan," katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang memiliki faktor risiko hipertensi.
Ia menekankan langkah-langkah sederhana namun efektif, yaitu memeriksa tekanan darah secara rutin, rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi asupan garam, serta menghindari kebiasaan merokok.
"Melalui penguatan peran kader kesehatan dan kerja sama lintas sektor, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya terus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan mandiri dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah risiko penyakit hipertensi dan komplikasinya," pungkasnya. (PATHUR)









