BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, menegaskan bahwa peran keluarga memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tengah masyarakat.
Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama dan terdekat yang dapat mendeteksi serta mengawasi tumbuh kembang setiap anggotanya.
Pencegahan narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum atau lembaga terkait saja. Upaya ini memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terutama dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan perilaku seseorang.
“Keluarga adalah garda terdepan yang paling mengenal perubahan sikap dan perilaku setiap anggotanya. Jika ada tanda-tanda yang mencurigakan, orang tua atau anggota keluarga lainnya dapat segera mengambil langkah pendekatan dan pengawasan sejak dini,” ujar Junaidi, Sabtu, 27 Juni 2026.
Dia menjelaskan, dengan membangun komunikasi yang baik, kehangatan, serta memberikan pendidikan dan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba sejak dini, diharapkan anak-anak dan generasi muda dapat memiliki ketahanan diri yang kuat untuk menolak segala bentuk tawaran atau godaan barang terlarang tersebut.
Junaidi juga mengimbau agar keluarga tidak hanya berperan dalam pengawasan, tetapi juga menjadi tempat berbagi dan tempat mencari solusi ketika anggotanya menghadapi masalah. Hal ini agar tidak ada lagi warga yang terjebak menggunakan narkoba sebagai pelarian dari persoalan hidup.
"Dengan peran aktif keluarga yang terjaga dengan baik, diharapkan kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah dapat terus ditekan dan dicegah sejak akarnya, sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari bahaya narkotika," pungkasnya. (PATHUR)









