BORNEONEWS, Jakarta – Penanganan masalah katup jantung kini dapat dilakukan tanpa operasi melalui prosedur minimal invasif menggunakan alat MitraClip.
Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, dalam acara Primaya Hospital Kelapa Gading di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.
“Selama ini kalau ada masalah pada katup jantung, terlalu rapat, susah membuka, atau khususnya bocor, maka solusinya kalau berat itu dioperasi,” katanya.
Namun, Prof. Yoga mengatakan saat ini sudah ada pilihan penanganan tanpa operasi untuk masalah tertentu pada katup jantung, yaitu menggunakan MitraClip.
“MitraClip itu nama alatnya, ini satu terobosan perbaikan katup jantung,” kata Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Ia menjelaskan, jantung memiliki empat katup.
Katup tersebut yakni katup trikuspid yang berada di antara serambi kanan dan bilik kanan, serta katup mitral di antara serambi kiri dan bilik kiri.
Selain itu, terdapat katup aorta di antara bilik kiri jantung dan pembuluh darah aorta, serta katup pulmonal di antara bilik kanan dan pembuluh darah arteri pulmonalis.
Menurut Prof. Yoga, katup yang paling sering mengalami gangguan adalah katup mitral.
Pada kondisi regurgitasi atau kebocoran, katup mitral tidak dapat menutup sempurna.
Akibatnya, ketika jantung berkontraksi dan memompa darah, sebagian darah kembali ke serambi kiri.
“Kebocoran katup mitral itu, jadi katup bocor, sehingga darah kembali ke atrium kiri atau ke serambi kiri,” jelas Prof. Yoga.
Ia mengatakan gejala yang dapat muncul antara lain sesak napas, cepat lelah, hingga pembengkakan pada kaki.
Pada kondisi yang sudah berlangsung lama, bilik kiri jantung dapat membesar dan kemampuan pompanya melemah.
“Gejalanya bisa sesak napas, cepat lelah, bengkak kaki. Pada pasien ini, karena sudah lama jadi tadi bilik kirinya jadi besar dan kemampuan pompanya menjadi sangat lemah,” jelasnya.
Prof. Yoga menyampaikan, masalah pada katup mitral dapat ditangani menggunakan MitraClip.
Alat tersebut digunakan untuk membantu memperbaiki kebocoran pada katup mitral.
“Alat namanya MitraClip karena dia mengatasi masalah pada katup mitral,” katanya.
Menurutnya, prosedur ini dapat dilakukan pada pasien dengan kebocoran katup mitral yang bersifat degeneratif atau sekunder.
Misalnya, ketika katup mitral tidak bisa menutup sempurna karena mengalami pembengkakan.
MitraClip juga dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi tertentu yang memiliki risiko tinggi apabila menjalani operasi.
“Juga pada kondisi-kondisi frail ya, kondisi misalnya tadi sebetulnya dia operable, bisa dioperasi, tetapi terlalu tua, terlalu sakit, sehingga risiko tinggi, maka MitraClip ini menjadi pilihan,” katanya.
Prof. Yoga menjelaskan, pemasangan MitraClip dilakukan melalui pembuluh darah di area lipat paha.
Dari titik tersebut, alat dimasukkan melalui vena cava inferior, lalu diteruskan ke serambi kanan jantung, serambi kiri, hingga mencapai katup mitral yang membutuhkan perbaikan.
Ia menambahkan, MitraClip berbahan sintetis, tidak mengandung unsur hewani, dan kompatibel dengan tubuh.
“MitraClip ini satu terobosan untuk perbaikan katup jantung ya, dan ini minimal invasif,” katanya.
Menurut Prof. Yoga, pasien yang menjalani prosedur penanganan katup jantung menggunakan MitraClip umumnya memiliki masa rawat yang lebih singkat dan proses pemulihan yang lebih cepat.
ANTARA









