BORNEONEWS, Palangka Raya - Bertambahnya jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah menjadi sinyal positif terhadap perkembangan literasi keuangan masyarakat. Hingga April 2026, jumlah investor mencapai 80.666 orang atau bertambah sekitar 5.900 investor dibandingkan Januari yang sebanyak 74.792 investor.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tren.
"Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian," ujarnya pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Karena itu, OJK terus menggencarkan berbagai program edukasi pasar modal agar masyarakat mampu memahami manfaat, risiko, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangannya. (TESTI PRISCILLA/j)









