BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau yang berpotensi memicu munculnya kabut asap.
Menurut Dede, karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan karhutla sekaligus memastikan kesiapan layanan kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Dampak kesehatan akibat karhutla harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk serta menggunakan masker jika diperlukan," kata Dede, Sabtu, 27 Juni 2026.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memperparah risiko terjadinya kebakaran dan menimbulkan dampak yang luas bagi lingkungan maupun kesehatan.
Dede berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mencegah karhutla dapat terus diperkuat sehingga bencana kabut asap dapat diminimalkan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. (MARINI/j)









