JAKARTA –

BORNEONEWS, Brussel – Otoritas Belanda memperpanjang status peringatan cuaca tertinggi, Kode Merah, untuk empat provinsi hingga Sabtu malam, 27 Juni 2026.

Peringatan tersebut diberlakukan karena gelombang panas luar biasa masih melanda negara itu.

Institut Meteorologi Kerajaan Belanda atau KNMI menyatakan peringatan untuk Limburg, North Brabant, Gelderland, dan Overijssel tetap berlaku hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Masa berlaku peringatan itu diperpanjang satu hari lebih lama dari pengumuman sebelumnya.

Dalam status Kode Merah, warga disarankan menghindari paparan sinar matahari langsung sebisa mungkin.

Masyarakat juga diminta minum air yang cukup serta mewaspadai tanda-tanda dehidrasi, kepanasan, dan serangan panas.

Untuk wilayah lain di Belanda, kecuali Kepulauan Wadden, peringatan Kode Oranye tetap berlaku hingga Sabtu tengah malam.

KNMI menyebut suhu di North Brabant dan Limburg melebihi 38 derajat Celsius pada Jumat siang, 26 Juni 2026.

Suhu di beberapa daerah bahkan diperkirakan dapat mencapai 40 derajat Celsius.

Tingkat panas tersebut hanya pernah tercatat dua kali sebelumnya di Belanda, yakni pada Juli 2019.

Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa malam hari tetap akan terasa sangat panas.

Suhu diperkirakan bertahan antara 20 hingga 25 derajat Celsius sehingga menciptakan kondisi malam tropis, terutama di kawasan perkotaan.

Lembaga cuaca turut memperingatkan potensi badai petir hebat yang diperkirakan berkembang di Limburg sebelum menyebar ke seluruh negeri pada Jumat malam.

Gelombang panas berkepanjangan telah menyebabkan pembatalan sejumlah acara publik.

Beberapa di antaranya festival musik hardstyle Defqon.1 dan parade Hari Veteran Nasional.

Departemen gawat darurat di seluruh Belanda juga melaporkan peningkatan kasus terkait panas.

Menurut Asosiasi Dokter Gawat Darurat Belanda atau NVHSA, kasus dehidrasi meningkat, terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia.

Dokter juga mencatat memburuknya gejala pada pasien dengan penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.

Selain itu, keluhan kardiovaskular juga dilaporkan meningkat selama gelombang panas berlangsung.

Sumber: Anadolu/ANTARA