JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait investasi di pasar modal.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan literasi keuangan dan mendorong investasi yang lebih berkualitas di provinsi setempat.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan sepanjang 2026 pihaknya bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi pasar modal.

Kegiatan tersebut menjangkau 5.455 peserta di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

“Sepanjang tahun 2026, OJK bersama pemangku kepentingan telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi pasar modal yang menjangkau hingga 5.455 peserta di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” kata Primandanu di Palangka Raya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurutnya, edukasi yang diselenggarakan OJK menyasar berbagai kalangan masyarakat, terutama generasi muda, termasuk mahasiswa.

Sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia atau BEI hingga perguruan tinggi melalui program sekolah pasar modal.

Primandanu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu atau SEPMT bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan mendorong penambahan investor ritel domestik.

“Ini juga diharapkan mampu memperluas akses pendanaan melalui pasar modal bagi pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Primandanu mengatakan pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko.

Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari perilaku Fear of Missing Out atau FOMO yang kerap berujung pada kerugian.

Saat ini jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkat.

Jumlah investor tercatat naik dari 74.792 orang pada Januari menjadi 80.666 orang pada April 2026.