BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada pemerintah dan rakyat Venezuela atas gempa bumi yang melanda negara tersebut pada 24 Juni 2026.
Pernyataan duka cita itu disampaikan Kementerian Luar Negeri atau Kemlu RI melalui unggahan di X, Sabtu, 27 Juni 2026.
“Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini,” kata Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan solidaritas kepada Venezuela yang tengah menghadapi bencana tersebut.
“Kami yakin masyarakat Venezuela memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk bangkit dan pulih kembali,” tulis Kemlu RI.
Gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada Rabu malam, 24 Juni 2026.
Gempa tersebut tercatat sebagai yang terkuat di Venezuela dalam lebih dari 125 tahun terakhir.
Hingga Jumat, 26 Juni 2026, jumlah korban tewas akibat gempa bertambah menjadi 920 orang.
Sementara itu, 3.630 orang lainnya mengalami luka-luka, menurut Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, seperti dikutip Anadolu.
Wilayah La Guaira dan Caracas dilaporkan menjadi daerah dengan kerusakan infrastruktur paling parah.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, telah menetapkan status darurat nasional.
Pada Jumat sore, 26 Juni 2026, gempa susulan bermagnitudo 4,9 kembali mengguncang Caracas dan Maracay di tengah proses evakuasi korban.
Bantuan internasional mulai berdatangan untuk mendukung penanganan bencana.
Bantuan tersebut termasuk respons cepat dari Amerika Serikat dan tawaran bantuan kemanusiaan dari sejumlah negara mitra.
ANTARA









