BORNEONEWS, Palangka Raya - Minat masyarakat Kalimantan Tengah untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tercatat meningkat dari 74.792 investor pada Januari menjadi 80.666 investor pada April 2026.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang legal dan diawasi.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat tidak sekadar ikut berinvestasi, tetapi juga memahami risiko dan karakteristik setiap instrumen.
"Literasi pasar modal menjadi fondasi investasi yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, terukur, dan sesuai profil risiko, sehingga terhindar dari perilaku FOMO (Fear of Missing Out) yang sering kali berujung pada kerugian," ujarnya pada Minggi, 28 Juni 2026.
OJK bersama para pemangku kepentingan akan terus memperluas edukasi pasar modal untuk mendorong lahirnya investor yang semakin cerdas dan berkualitas. (TESTI PRISCILLA/Y)









