BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyebutkan Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 meluluskan 2.053 talenta digital.
"Dari target awal 2.200 peserta, berhasil menarik perhatian sekitar 5.900 peserta dari 37 provinsi di Indonesia. Dan dari target 800 peserta yang direncanakan untuk lulus, program ini berhasil meluluskan 2.053 peserta," ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam.
Hal tersebut disampaikan dalam penutupan Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6).
Dia menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa semangat semua peserta untuk meningkatkan kompetensi digital semakin tinggi dan semakin merata di berbagai daerah.
Neil mengatakan bahwa dunia saat ini sedang memasuki fase baru transformasi digital di mana teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar tren teknologi tapi juga sudah menjadi infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas yang mengubah cara manusia bekerja, berkarya, berbisnis, dan menciptakan nilai ekonomi.
"Kita yakin kita akan menghadapi berbagai tantangan disrupsi di ke depannya dan kita tentunya harus siap. Itulah kenapa kita juga di ekonomi kreatif ini mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI untuk mempelajari dan juga nantinya bisa menerapkan," kata Neil.
Kementerian Komunikasi dan Digital memperkirakan Indonesia membutuhkan sampai 12 juta talenta digital pada 2030, tetapi hanya sekitar 9 juta talenta digital yang bisa disiapkan.
"Kebutuhan ini tidak hanya datang dari sektor teknologi tapi juga dari seluruh subsektor ekonomi kreatif juga. Karena itu pembangunan talenta digital bukan lagi pilihan, pembangunan talenta digital adalah kebutuhan strategis bangsa ini. Di sinilah urgensi program seperti Badan Ekraf Digital Talent atau BDT," kata Neil.
Dirinya berharap seluruh peserta BDT dapat menjadi agen transformasi digital di lingkungan masing-masing dan menjadi individu yang mampu memimpin perubahan.
Peserta juga diharapkan menjadi kreator yang menciptakan lapangan kerja dan talenta yang mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai ekonomi baru.
Sebagai informasi, Kementerian Ekonomi Kreatif menjalankan Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk menjaring talenta-talenta digital dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Muhammad Neil El Himam mengatakan bahwa program ini diadakan untuk membantu industri memenuhi kebutuhan pekerja dengan kemampuan teknologi digital.
Program BDT ini merupakan pelatihan kompetensi digital yang intensif, multilevel, yang mengkombinasikan pendalaman kemampuan teknis, hard skill dan juga kemampuan interpersonal, soft skill, berbasis kurikulum industri global.
Mengusung tema Productivity with AI, kegiatan pelatihan dalam program BDT 2026 mencakup kelas AI praktis untuk peningkatan produktivitas, kelas penggunaan AI generatif, dan lokakarya penggunaan AI. Ketiga tahapan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring.
ANTARA









