BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Community Ekraf Kapuas (CEK) mulai beroperasi di kawasan GOR Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Kawasan tersebut mengusung konsep sentra kuliner dan produk kreatif yang diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, mengatakan Community Ekraf Kapuas dibentuk sebagai tindak lanjut arahan Bupati Kapuas untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
"Tujuan awal kami agar para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM memiliki wadah untuk mengembangkan kreativitas, memperluas usaha, sekaligus meningkatkan pendapatan. Alhamdulillah para pedagang menyambut baik gagasan ini dan sepakat memanfaatkan kawasan GOR Panunjung Tarung sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif," ujarnya.
Menurut Budi, konsep Community Ekraf Kapuas menghadirkan sentra kuliner dan produk kreatif yang memiliki ciri khas serta identitas tersendiri. Para pelaku usaha didorong untuk menghadirkan produk yang unik sehingga memiliki trademark atau merek khas yang menjadi daya tarik Kabupaten Kapuas.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memungut biaya sewa lapak. Para pedagang hanya dikenakan retribusi sesuai ketentuan Peraturan Daerah, yakni sebesar Rp20 ribu per meter persegi setiap bulan.
Selain menjadi pusat kuliner dan UMKM, kawasan tersebut juga akan dikembangkan sebagai ruang kreativitas generasi muda. Disparbudpora berencana memfasilitasi berbagai kegiatan seni dan musik secara rutin dengan menyediakan sarana pendukung, termasuk sound system, yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Melalui Community Ekraf Kapuas, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang semakin berkembang, mendorong lahirnya wirausaha baru, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus menjadikan kawasan GOR Panunjung Tarung sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi kreatif dan destinasi masyarakat di Kabupaten Kapuas. (SABRIANOOR/H)









