PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertumbuhan jumlah investor pasar modal di berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif. Kondisi ini menjadi sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, meski penguatan literasi dan inklusi pasar modal dinilai masih menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan.

Deputi Kepala Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, mengatakan peningkatan jumlah investor di daerah menjadi perkembangan yang menggembirakan karena menunjukkan semakin luasnya jangkauan pasar modal hingga ke kabupaten.

"Pertumbuhan investor di berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren yang positif. Ini menandakan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di instrumen pasar modal semakin meningkat," kata Randy pada Minggu, 28 Juni 2026.

Meski demikian, Randy mengungkapkan nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah masih bergerak fluktuatif. Pada Januari 2026, nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp2,05 triliun, kemudian turun menjadi Rp1,31 triliun pada April 2026.

Menurutnya, fluktuasi transaksi merupakan hal yang wajar di pasar modal karena dipengaruhi berbagai faktor, baik kondisi ekonomi maupun sentimen pasar.

"Yang perlu terus kita dorong adalah peningkatan pemahaman masyarakat. Investor yang memiliki literasi yang baik cenderung mampu mengambil keputusan investasi secara rasional dan berorientasi jangka panjang," katanya.

Randy menilai peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan kualitas pemahaman terhadap produk dan mekanisme investasi. Oleh sebab itu, BEI Kalimantan Tengah bersama para pemangku kepentingan terus memperluas edukasi pasar modal melalui berbagai kegiatan di sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, komunitas, hingga masyarakat umum.

Ia menjelaskan, penguatan literasi dan inklusi pasar modal menjadi strategi penting agar pertumbuhan investor tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas investor yang memahami risiko dan peluang investasi.

"Melalui berbagai kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin percaya diri untuk berinvestasi secara legal, aman, dan sesuai dengan tujuan keuangannya," tuturnya.

Randy optimistis dengan semakin luasnya edukasi dan akses terhadap pasar modal, pertumbuhan investor di kabupaten-kabupaten Kalimantan Tengah akan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendalaman pasar keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(TESTI PRISCILLA/H)