BORNEONEWS, Palangka Raya - Keluarga pekerja yang diduga terdampak paparan herbisida di areal kerja PT Sepalar Yasa Kartika menyampaikan apresiasi atas langkah cepat perusahaan dalam menangani insiden yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan saat pertemuan antara manajemen perusahaan dan perwakilan keluarga yang berlangsung pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan itu menghasilkan kesepahaman antara kedua belah pihak terkait penanganan insiden.
Sebelumnya, enam pekerja pemupukan di Blok N45 mengalami keluhan pusing saat bekerja. Manajemen menjelaskan aktivitas pemupukan tersebut dilakukan di Blok N45, sedangkan penyemprotan gawangan chemist berlangsung di Blok M45 atau lokasi yang berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi awal, paparan diduga terjadi akibat herbisida dari Blok M45 yang terbawa embusan angin hingga mencapai area pemupukan.
Seluruh pekerja sempat menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh. Setelah kondisinya membaik, mereka diperbolehkan pulang. Namun, tiga pekerja kembali mengalami keluhan pusing dan mual pada Kamis, 25 Juni 2026 malam sehingga harus kembali dirawat dan hingga kini masih berada dalam pengawasan tim medis.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada manajemen atas respons cepat sejak awal kejadian, mulai dari evakuasi korban, pendampingan selama perawatan hingga komitmen perusahaan menanggung seluruh proses pengobatan.
Perwakilan keluarga juga menyampaikan bahwa selama ini keberadaan PT Sepalar Yasa Kartika telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyediaan lapangan pekerjaan dan kontribusi terhadap perekonomian desa. Atas dasar itu, keluarga menyatakan tidak mempermasalahkan insiden tersebut lebih lanjut karena menilai perusahaan telah menunjukkan tanggung jawab dan iktikad baik.
Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Manajemen PT Sepalar Yasa Kartika, Jono Maryanto, menyampaikan penghargaan atas sikap terbuka dan kebijaksanaan pihak keluarga.
"Bagi kami, keselamatan, kesejahteraan, dan hubungan baik dengan masyarakat sekitar, terutama pihak keluarga, adalah prioritas utama. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi proses ini hingga tuntas dan memastikan kehadiran perusahaan tetap memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa dan warga sekitar," ujarnya kepada Borneonews pada Minggu, 28 Juni 2026.
Jono menambahkan, perusahaan akan terus menjalankan operasional dengan mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat serta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Di sisi lain, hubungan baik dengan masyarakat sekitar juga akan terus dipelihara sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional yang bertanggung jawab. (TESTI PRISCILLA/H)









