BORNEONEWS, Katingan – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyatakan akan terus mengawasi penanganan persoalan distribusi LPG subsidi 3 kilogram yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat.
Kelangkaan gas melon tersebut dinilainya, telah menyulitkan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi.
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat harus berkeliling dari satu pangkalan atau pengecer ke lokasi lainnya untuk mendapatkan LPG 3 kilogram.
Bahkan, harga di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per tabung, jauh di atas harga yang seharusnya.
Noorkhalis menegaskan pengawasan distribusi harus diperketat agar LPG subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Kami juga meminta seluruh pihak terkait memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyaluran yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga," katanya, saat dikonfirmasi Minggu 28 Juni 2026.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah menggelar pasar penyeimbang dengan menjual LPG 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain itu, pengawasan distribusi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pengawasan penggunaan LPG subsidi dinilai sebagai langkah positif untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Menurut Noorkhalis, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan memperoleh LPG subsidi.
"Pemerintah juga diharapkan rutin mengevaluasi kondisi pasokan di lapangan sehingga persoalan dapat segera diantisipasi," jelasnya.
Ia juga mendukung usulan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk meningkatkan kuota LPG subsidi menjadi 18.531 metrik ton (MT) pada 2027, lebih tinggi dibanding usulan tahun 2026 sebesar 17.264 MT. Penambahan kuota dinilai penting untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Noorkhalis berharap sinergi antara pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, agen, dan pangkalan terus diperkuat agar distribusi LPG subsidi berjalan lancar, tepat sasaran, serta mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gas melon bagi masyarakat Kota Palangka Raya. (MARINI/H)









