BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan dinilai tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Hal itulah yang menjadi salah satu tujuan Pelatihan Produk Sabun UMKM yang digelar Komisi Pelayanan Perempuan atau KPPer Resort GKE Palangka Raya di Gereja Ewanggelion.
Ketua MPH Jemaat GKE Ewanggelion, Pdt Eva Yulianty mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal keterampilan yang dapat langsung dipraktikkan oleh para peserta di rumah.
"Saya memberikan apresiasi yang baik dan luar biasa karena dengan adanya pelatihan ini memberikan wawasan dan menambahkan pengetahuan tentang kreativitas untuk ibu-ibu supaya lebih kreatif membuat sabun cuci piring dan lain sebagainya," ujarnya kepada Borneonews baru-baru ini.
Menurutnya, keterampilan tersebut berpotensi berkembang menjadi usaha rumahan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Ini bisa menambah skill bagi kreativitas ibu-ibu yang dipraktikkan di rumah. Cara pembuatannya juga disampaikan sehingga menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan. Saya kira pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan ibu-ibu," katanya.
Sementara itu, Ketua SPPer GKE Ewanggelion, Yuliati Eka Asi, berharap pelatihan yang dipadukan dengan ibadah tersebut dapat mendorong perempuan gereja terus mengembangkan talenta yang dimiliki, baik dalam pelayanan maupun melalui karya yang bermanfaat bagi keluarga.
"Harapan kami bahwa kita tetap semangat melayani dan bersaksi sesuai dengan talenta kita masing-masing. Sukacita kami pada bulan Juni ini kami menjadi tuan rumah ibadah dan ada keterampilan yang disiapkan sehingga dapat terlaksana dengan baik," tuturnya.
Menurut Yuliati, keterampilan yang diberikan dalam kegiatan gereja menjadi nilai tambah karena dapat dimanfaatkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari, bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan apabila dikembangkan secara serius.
Pelatihan yang menghadirkan pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Katingan, Markurius Abednegoe, mengajarkan pembuatan Sabun Eco Hybrid, yaitu sabun yang memadukan bahan alami dan sains modern agar lebih aman bagi kulit sekaligus ramah lingkungan. Peserta juga dikenalkan dengan manfaat Eco Enzyme, cairan hasil fermentasi limbah organik dapur yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, hingga mendukung pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, perempuan dari sepuluh gereja di bawah naungan KPPer Resort GKE Palangka Raya diharapkan tidak hanya bertumbuh dalam pelayanan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sehingga memberi dampak positif terhadap ketahanan ekonomi keluarga. (TESTI PRISCILLA/H)









