PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan dinilai menjadi salah satu cara agar "dapur tetap ngebul" di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Melalui bekal keterampilan, ibu rumah tangga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Majelis Pekerja Harian atau MPH Resort GKE Palangka Raya, Hataini A Duyan, saat menghadiri Pelatihan Produk Sabun UMKM dalam rangkaian kegiatan Komisi Pelayanan Perempuan (KPPer)-SPPer Resort GKE Palangka Raya di Gereja Ewanggelion baru-baru ini.

Hataini mengatakan pihak MPH Resort GKE Palangka Raya menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut karena memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh para peserta.

"Kami dari pihak MPH Resort Palangka Raya memandang kegiatan ini sangat baik, mengingat sekarang ekonomi kita dalam keadaan yang tidak menentu. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membangun ekonomi rumah tangga ibu-ibu, khususnya menambah pendapatan keluarga," ujarnya kepada Borneonews.

Menurutnya, keterampilan membuat sabun tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan sehingga membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Ia berharap pelatihan serupa terus dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam dan memiliki nilai ekonomi.

"Hari ini pelatihan membuat sabun cuci. Ke depan dapat dilanjutkan dengan pembuatan sabun mandi, deterjen, dan berbagai keterampilan lainnya yang sifatnya membangun ekonomi," katanya.

Hataini mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan pelatihan pemberdayaan yang kelima kali dilaksanakan oleh KPPer-SPPer Resort GKE Palangka Raya. Sebelumnya, peserta juga telah mendapatkan pelatihan mengolah berbagai tanaman di sekitar menjadi obat-obatan yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

"Pelatihan ini sudah yang kelima kalinya. Kita harapkan terus berlanjut dengan pelatihan-pelatihan lain yang dapat meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan keluarga," tuturnya.

Ia menilai, melalui pelatihan yang berkelanjutan, gereja tidak hanya berperan membina kehidupan rohani jemaat, tetapi juga ikut membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sehingga para ibu memiliki bekal untuk menjaga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi atau 'dapur tetap ngebul' di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Hadir sebagai pemateri pelatihan dari Komunitas Eco Enzyme Katingan, Markurius Abednegoe. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri Ketua KPPer Resort GKE Palangka Raya, Yanarita Baddak, Ketua MPH Jemaat GKE Ewanggelion, Pdt Eva Yulianty, Ketua SPPer GKE Ewanggelion Yuliati Eka Asi, serta pendeta pelayanan Pdt Rizki Indriyana yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pemberdayaan perempuan melalui kegiatan gereja. (TESTI PRISCILLA/y)