BORNEONEWS, Palangka Raya - Gereja dinilai tidak hanya memiliki peran dalam membina kehidupan rohani jemaat, tetapi juga perlu mendorong kemandirian ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan. Komitmen tersebut diwujudkan Komisi Pelayanan Perempuan atau KPPer Resort GKE Palangka Raya dengan menggelar Pelatihan Produk Sabun UMKM yang dirangkaikan dengan ibadah bulanan di Gereja Ewanggelion baru-baru ini.
Ketua KPPer Resort GKE Palangka Raya, Yanarita Baddak, mengatakan pelatihan keterampilan sengaja dipadukan dengan kegiatan ibadah sebagai bagian dari upaya gereja membekali jemaat, khususnya kaum perempuan, dengan kemampuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini merupakan ibadah rutin KPPer Resort Palangka Raya. Selain ibadah, setiap bulan kami juga menghadirkan pelatihan yang dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan," ujarnya pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Yanarita, gereja memiliki ruang untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan jemaat melalui pelatihan-pelatihan praktis yang mudah diterapkan.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
"Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menjadi salah satu usaha dari Komisi SPPer dalam penggalangan dana melalui penjualan produk, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai dana pelayanan SPPer Resort Palangka Raya," katanya.
Yanarita menilai pemberdayaan ekonomi jemaat juga akan memperkuat pelayanan gereja. Ketika jemaat memiliki keterampilan dan usaha yang berkembang, mereka tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap keberlangsungan berbagai program pelayanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan pembuatan Sabun Eco Hybrid yang dibawakan oleh pemateri dari Komunitas Eco Enzyme Katingan, Markurius Abednegoe. Pelatihan memperkenalkan produk pembersih yang memadukan bahan alami dengan sains modern sehingga lebih ramah lingkungan dan berpotensi menjadi peluang usaha.
Kegiatan bertema "Perempuan yang Diperbarui dalam Kristus untuk Bersaksi dan Melayani" itu diikuti ibu-ibu dari sepuluh gereja di bawah naungan KPPer Resort GKE Palangka Raya. Selain memperkuat pembinaan iman, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi perempuan gereja untuk mengembangkan keterampilan, membangun kemandirian ekonomi, serta memperluas manfaat pelayanan bagi jemaat dan masyarakat.
Kegiatan juga dihadiri Ketua MPH Jemaat GKE Ewanggelion, Pdt Eva Yulianty, Ketua SPPer GKE Ewanggelion Yuliati Eka Asi, serta pendeta pelayanan Pdt Rizki Indriyana. (TESTI PRISCILLA/y)









