BORNEONEWS, Kasongan - PT Karya Dewi Putra (KDP) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, dituding telah ingkar janji. Tudingan dilontarkan oleh Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Katingan, Adiansyah.

Dalam rilisnya yang dikirimkan ke Borneonews, Sabtu (7/1/2017) siang, Adiansyah mengatakan, pihak PT KDP kurang bertanggungjawab terhadap dua orang pasien yang notabene karyawan PT KDP. Pasalnya, dua pasien wanita pada pertengahan Desember 2016 mau melahirkan. Keduanya bernama Asinem dan Oktaviana yang merupakan karyawan PT KDP.

Lalu kemudian keduanya dibawa ke Puskesmas Tumbang Samba untuk proses persalinan. Trtapi pihak puskesmas merujuk ke rumah sakit di Palangka Raya, karena proses persalinan harus melalui operasi.

"Yang kami tidak terima itu adalah biaya talangan selama di puskesmas itu, sebab pihak perusahaan meminta saya menalangi sementara biaya perawatan itu, tapi sampai sekarang perusahaan baru membayarkan ke saya Rp500 ribu dari Rp1.300.000," jelas Adiansyah.

Adiansyah mengaku bahwa pihak Puskesmas Tumbang Samba sejauh ini juga sering menagih biaya perawatan pasien yang hendak melahirkan tersebut kepadanya.

"Ini kan aneh, sebab karyawan yang berobat itu adalah karyawan PT KDP, seharusnya perusahaan yang membayarnya, tapi sampai sebulan ini tidak ada niat PT KDP membayar utangnya itu," tegas Adiansyah.

Adi menuturkan PT KDP juga masih memiliki tunggakan kepada Puskesmas Tumbang Samba sebesar kurang lebih Rp3.500.000. Adi mengaku sejauh ini menejer perusahaan hanya janji-janji akan segera membayarkan, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak pernah menghubungi atau menyelesaikan pembayaran.

"Saya yang tidak enak sering ditagih oleh pihak puskesmas, makanya saya membuat rilis ini untuk diterbitkan dikoran Mas," kata Adiansyah. (ABDUL GOFUR/N).