KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Di tengah keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang dalam sepekan terakhir dilaporkan terjadi berulang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, perhatian warganet turut tertuju pada akun Instagram resmi PLN UID Kalselteng.

Berdasarkan pantauan Borneonews pada Selasa, 30 Juni 2026, akun dengan nama @pln.kalselteng itu dalam biodatanya mencantumkan keterangan sebagai "Akun Resmi PLN UID Kalselteng" dengan layanan "Share Informasi Kelistrikan", "Layanan Informasi Publik", dan "Informasi Rekrutmen PLN".

Namun berdasarkan unggahan yang tampil di feed akun tersebut dalam kurun sepekan terakhir, konten lebih banyak berisi kegiatan perusahaan, edukasi, program tanggung jawab sosial (CSR), layanan Swacam, hingga aktivitas lainnya. 

Dalam periode yang sama, tidak tampak unggahan yang secara khusus memuat informasi mengenai pemadaman listrik maupun perkembangan penanganan gangguan yang saat itu ramai dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah.

Kondisi tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet pada kolom komentar salah satu unggahan akun tersebut.

Sebagian besar komentar tidak lagi membahas isi unggahan, melainkan mempertanyakan minimnya informasi mengenai pemadaman listrik yang sedang terjadi.

Salah satu akun menulis, "Min, baik meinfokan jadwal pemadaman bergilir daripada memposting foto ####," Komentar lain juga menyebut, "Drpda memposting #### baik posting jadwal mati lampu, spya org2 bisa besiap. Mun postingan #### ini apa gunanya?"

Warganet lainnya meminta agar informasi pemadaman disampaikan lebih awal apabila memang telah terjadwal. "Hari ini mati, hari ini juga diinfokan lah? Kawakah kalau memang sdh ada jadwalnya, paling kada H-1 sdh diinfokan pemadaman bergilirnya," tulis salah satu pengguna Instagram. Ada pula komentar yang mempertanyakan penyebab pemadaman berulang serta meminta adanya penjelasan mengenai perkembangan penanganannya.

Sorotan yang muncul dalam kolom komentar tersebut menunjukkan bahwa di tengah gangguan listrik yang dikeluhkan masyarakat, kebutuhan warga tidak hanya pada pemulihan pasokan listrik, tapi juga terhadap informasi yang cepat, jelas, dan mudah diakses melalui kanal resmi yang memang mencantumkan layanan informasi kelistrikan. (SABRIANOOR/R)