BORNEONEWS, Nanga Bulik – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Lamandau dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan piatu.
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid menegaskan perhatian kepada mereka tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, melainkan perlu menjadi budaya berbagi yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Hamid saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim piatu yang digelar di Musholla Babussalam, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dan Hari Asyura 10 Muharram yang dilaksanakan bersama Musholla Babussalam dan Al-Hikmah.
Menurut Abdul Hamid, kepedulian masyarakat yang diwujudkan melalui santunan tidak hanya membantu meringankan beban anak-anak yatim piatu, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di Kabupaten Lamandau.
Ia mengapresiasi seluruh panitia, donatur, dan masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi.
"Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal jariyah yang tidak terputus dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT," ujar Abdul Hamid.
Selain mengajak masyarakat terus menumbuhkan semangat berbagi, ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim piatu agar tetap optimistis dalam menata masa depan. Menurutnya, keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah selama disertai doa, usaha, dan kesabaran.
"Insya Allah, dengan doa, usaha, dan kesabaran, Allah SWT akan membuka jalan menuju keberhasilan," katanya.
Ia berharap semangat berbagi yang tumbuh pada momentum Tahun Baru Islam dapat terus dipelihara dan menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Lamandau yang religius, harmonis, maju, dan penuh keberkahan. (NATALIA KRISTIN)









