KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Ratusan rumah ibadah di Kabupaten Kapuas ditargetkan menjalani kalibrasi arah kiblat hingga akhir 2026.

Program ini dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Berkiblat yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pelaksanaan kalibrasi terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.

Salah satu kegiatan terbaru berlangsung di Masjid Nurul Iman dan Majelis Taklim Abu Usaid Al-Anshari, Desa Maluen Km 3,5, Kecamatan Basarang, Senin kemsrin.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kapuas, Hasbullah, mengatakan kalibrasi bertujuan memastikan akurasi arah kiblat di rumah ibadah. Menurutnya, layanan tersebut juga disertai penerbitan sertifikat resmi sebagai tanda arah kiblat telah diukur sesuai ketentuan.

"Layanan pengukuran dan kalibrasi arah kiblat ini diberikan sertifikat resmi tanda akurasi arah kiblat dari Kemenag. Oleh karena itu, pengecekan secara berkala dengan menggunakan teknologi modern menjadi sebuah urgensi yang tidak boleh diabaikan," kata Hasbullah.

Sementara itu, anggota tim kalibrasi, Dadiyanto, mengatakan Seksi Bimas Islam Kemenag Kapuas menargetkan kalibrasi dapat menjangkau ratusan titik rumah ibadah hingga akhir tahun ini. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah di Kabupaten Kapuas.

"Diharapkan seluruh rumah ibadah di Kabupaten Kapuas tidak lagi memiliki keraguan terkait arah kiblat. Sinergi antara teknologi, ilmu syariat, dan pelayanan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas peribadahan umat," ujarnya.

Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan program Kementerian Agama RI yang memanfaatkan fenomena astronomi Rasyidul Qiblah, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan dan kalibrasi arah kiblat sekaligus memberikan edukasi dasar mengenai ilmu falak kepada masyarakat. (SABRIANOOR/R)