BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sekda Gumas Richard yang membacakan sambutan dari Bupati Jaya S Monong mengakui bahwa masih adanya potensi pendapatan daerah yang belum tergali secara optimal. Olehkarena itu, Pemkab Gumas akan melakukan beberapa langkah.
"Ada langkah-langkah yang akan kami laksanakan sepeti melaksanakan pendataan dan pemutakhiran basis data objek dan subjek pajak daerah secara berkala," jelas Richard, Selasa, 30 Juni 2026.
Lalu, melakukan pemetaan dan identifikasi potensi pajak daerah serta retribusi daerah pada sektor-sektor strategis seperti perkebunan, pertambangan, jasa usaha, dan sektor lainnya yang memiliki prospek pengembangan.
Selain itu, pihaknya akan menyusun kajian potensi PAD sebagai dasar penetapan target yang lebih realistis dan terukur dan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan.
"Sebagai langkah konkret, Pemerintah Daerah juga telah dan akan terus melakukan konsultasi, koordinasi, serta studi komparatif dengan pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan PAD guna memperoleh praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat diterapkan di Kabupaten Gunung Mas," jelasnya.
Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan PAD melalui penguatan regulasi, digitalisasi pelayanan.
"Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan, penggalian potensi pendapatan baru, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan," tukasnya.
Sebelumnya, Fraksi Gerakan Nasional DPRD Gunung Mas menyoroti terkait PAD di wilayah setempat yang kurang optimal.
"Terkait dengan kondisi keuangan saat ini yang masih belum stabil, Fraksi Gerakan Nasional meminta langkah dan trobosan dari pemerintah daerah dalam rangka penggalian PAD," kata juru bicara Fraksi Gerakan Nasional DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan. (RISKA YULYANA/j)









