BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora Kalimantan Tengah memastikan tetap mengawal peserta pelatihan kewirausahaan tematik pangkas rambut atau barbershop setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan peserta dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Kepala Dispora Kalteng, Agus Siswady, mengatakan komunikasi dengan peserta tetap dijaga sebagai bagian dari pendampingan pascapelatihan.
“Pasca pelatihan, komunikasi dengan para peserta tetap kami jaga, untuk mengetahui bagaimana perkembangan mereka setelah pelatihan dalam pengimplementasiannya di dunia kerja,” kata Agus di Palangka Raya, Selasa, 30 Juni 2026.
Agus menjelaskan, pendampingan tersebut juga menjadi bahan kajian dan evaluasi bagi Dispora terhadap program pelatihan yang telah dilaksanakan.
Dengan begitu, pihaknya dapat mengetahui sejauh mana pelatihan memberikan dampak nyata bagi peserta.
“Dengan demikian, nantinya kami bisa memiliki data valid, misalnya persentase berapa banyak peserta yang benar-benar menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan ataupun bekerja, maupun kendala yang mereka hadapi,” ujarnya.
Menurut Agus, Dispora tidak ingin pelatihan hanya menjadi program seremonial tanpa hasil.
Melalui pelatihan tersebut, pihaknya ingin pemuda Kalimantan Tengah mampu berkontribusi dalam pembangunan, termasuk dalam membuka peluang kerja baru.
“Kami ingin pelatihan tematik ini benar-benar memberi hasil optimal, menyiapkan generasi muda Kalimantan Tengah kompeten dan benar-benar mampu bersaing di dunia kerja,” jelasnya.
Pelatihan tematik pangkas rambut tersebut dilaksanakan pada 24 hingga 26 Juni 2026 dengan melibatkan 40 peserta.
Dispora memilih pola pelatihan tematik agar kegiatan lebih fokus, mendalam, dan berorientasi pada hasil.
Bidang pangkas rambut dipilih karena dinilai memiliki prospek menjanjikan.
Selain itu, jasa pangkas rambut merupakan kebutuhan masyarakat yang terus ada.
Agus menjelaskan, pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan sisanya teori.
Selain teknik barbershop, peserta juga mendapatkan materi mengenai perizinan usaha, akses pembiayaan, serta strategi memulai dan mengembangkan usaha.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Dispora melibatkan sejumlah instansi terkait.
Di antaranya sektor perbankan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP, serta perangkat daerah yang membidangi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
“Peserta tidak hanya belajar memangkas rambut, tetapi juga memahami bagaimana mengurus perizinan, memperoleh modal usaha, dan melihat peluang bisnis yang ada,” jelas Agus.









